Rabu, 08 Juli 2009

PERAN DAN FUNGSI PERAWAT

Peran

Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang, sesuai kedudukannya dalam suatu system dimana semua itu dipengaruhi oleh keadaan social baik dari dalam maupun dari luar profesi keperawatan yang bersifat konstan.

Peran juga berarti bentuk perilaku yang diharapkan dari seseorang pada situasi social tertentu (Kozier B, 1995; 21)

Perawat

Perawat adalah seseorang yang telah lulus dan mendapatkan ijazah dari pendidikan kesehatan yang diakui pemerintah. Tenaga keperawatn sendiri adalah perawat dan bidan (PP No.32 thn 1966 tentang tenaga kesehatan)

Fungsi perawat ada tiga jenis dalam melaksanakan perannya :

  • Dependen
  • Independen
  • Interdependen

Fungsi perwatan berdasarkan kelompok tugas yang dilaksanakan :

  • Fungsi I :
    • Mengumpulkan data
    • Menganalisa dan menginterpretasi data
  • Fungsi II :
    • Mangembangkan rencana tindakan keperawatan
  • Fungsi III :
    • Menggunakan dan menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu perilaku, ilmu social budaya, ilmu biomedik dasar dalam melaksanakan asuhan keperawatan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia.
  • Fungsi IV :
    • Menentukan criteria yang dapat diukur dalam manila rencana keperawatan
    • Menilai tingkat pencapaian tujuan
    • Mengidentifikasi perubahan-peruabahan yang diperlukan
  • Fungsi V :
    • Mengevaluasi data permasalahan keperawatan
    • Mencatat data dalam proses keperawatan
    • Menggunakan catatan klien untuk memonitor kualitas asuhan keperawatan
  • Fungsi VI :
    • Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian dalam bidang keperawatan
    • Membuat usulan rencana penelitian keperawatan
    • Menerapkan hasil-hasil penelitian dalam praktek keperawatan.
  • Fungsi VII :
    • mengidentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan
    • membuat rencana penyuluhan kesehatan
    • melaksanakan penyuluhan kesehatan
    • mengevaluasi hasil penyuluhan kesehatan
  • Fungsi VIII :
    • Berperan serta dalam pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok, masyarakat
    • Menciptakan komunikasi yang efektif baik dengan tim keperawatan maupun dengan tim kesehatan lainnya.
  • Fungsi IX :
    • Menerapkan keterampilan management dalam keperawatan klien secara menyeluruh

Masa transisi :

  • Terjadi perubahan yang mendasar tentang keyakinan dan pandangan perwata terhadap hakekat keperawatan
  • Tindakan keperawatan yang dulu bersifat vokasioanal, berorientasi pada tindakan medic dan berperan sebagai penunjang pelayana medic dan berperan sebagai penunjang pelayanan medic
  • Sekarang mulai berubah kearah pelayanan yang professional, mempunyai bidang garap yang jelas, dan memepunyai otonomi dalam melaksanakan asuhan keperawatan.

Elemen peran perawat menurut lokakarya nasional keperawatan 1983, peran perawat di Indonesia disepakati sebagai :

  • Pelaksana pelayanan keperawatan

    dapat ditunjukkan dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok atau m asyarakat berupa asuhan keperawatan yang komprehensif meliputi pemberian asuhan pencegahan pada tingkat 1, 2 atau 3 baik direct maupun indirect


     

  • Pendidik

    perawat harus mampu mengajarkan tindakan pelayanan kesehatan, pencegahan penyakit, pemulihan dari penyakit, munyusun program health education, memberikan info yang tepat tentang kesehatan.


     

  • Peneliti

    Seorang perawat diharapkan dapat menjadi pembaharu (innovator) dalam ilmu keperawatan karena ia memiliki kreativitas, inisiatif, cepat, tanggap terhadap rangsangan dari lingkungannya, kegitan ini dapat diperoleh melalui penelitian

    Pada hakekatnya penelitian adalah melakukan evaluasi, mengukur kemampuan, menilai dan mempertimbangkan sejauh mana efektivitas tindakan yang telah diberikan.


     

  • Coordinator pelayanan kesehatan ( pengelola dalam bidang pelayanan keperawatan dan institusi pendidikan)
    • mengkoordinir seluruh kegiatan upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan puskesmas dalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerjasama dengan tim kesehatan lain sehingga pelayanan yang diberikan merupakan kegiatan yang menyeluruh
    • perawat melakukan koordinasi terhadap semua pelayanan kesehatan yang diterima oleh keluarga dan bekerjasama dengan keluarga dalam perencanaan pelayanan keperawatan serta sebagai penghubung dengan institusi pelayanan kesehatan lain, supervisi terhadap asuhan keperawatan yang dilaksanakan anggota tim
    • perawat memberikan motivasi untuk meningkatkan keikutsertaan individu, keluarga dan kelompok dalam setiap upaya pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di masyarakat : posyandu, dana sehat

Namun selain peran-peran diatas perawat juga memilki peran yang lain yaitu sebagai :

  • Pengamat kesehatan

    melaksanakan monitoring terhadap perubahan yang terjadi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang menyangkut masalah kesehatan melalui kunjungan rumah, pertemuan, observasi dan pengumpulan data


     

  • Pembaharu

    perawat dapat berperan sebagai innovator terhadap individu, keluarga dan masyarakat dalam merubah perilaku dan pola hidup yang berkaitan dengan peningkatandan pemeliharaan kesehatan.


     

  • Role model

    segala perilaku yang ditampilkan perawat seyoyanya dapat dijadikan panutan, panutan ini digunakan pada semua tingkat pencegahan terutama PHSB, menampilkan profesionalisme dalam bekerja.


     

  • Fasilitator

    perawat merupakan tempat bertanya bagi masyarakat untuk memecahkan masalah kesehatan. Diharapkan perawat dapat memberikan solusi mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi individu, keluarga dan kelompok/ masyarakat.


     

Tidak jauh berbeda dengan elemen peran perawat diatas, doheny (1987;109) dalam bukunya the Discipline Of Nursing mengidentifikasi elemen peran perawat professional sebagai berikut :

  1. Care giver
  • Memperhatikan individu dalam konteks sesuai kehidupan klien, perawat harus memperhatikan klien berdasarkan kebutuhan significant dari klien
  • Perawat menggunakan nursing proses untuk mengidentifikasi diagnose keperawatan, mulai dari masalah fisik (fisiologis) sampai masalah-masalah psikologis
  • Peran utamanya adalah memberikan pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat sesuai diagnose masalah yang terjadi mulai dari masalah yang sederhana sampai yang kompleks


     

  1. Client advocate
  • Perawat bertanggung jawab untuk membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan informasi dari berbagai pemberi pelayanan dan dalam memberikan informasi lain yang diperlukan untuk mengambil persetujuan (inform consent) atas tindakan keperawatan yang diberikan kepadanya.


     

  1. Conselor
  • Tugas utama adalah mengidentifikasi perubahan pola interaksi klien terhadap keadaan sehat sakit
  • Adanya perubahan pola interaksi ini merupakan "dasar" dalam merencanankan metoda untuk meningktkan kemampuan adaptasinya
  • Konseling diberikan kepada individu/keluarga dalam mengintergrasikan pengalaman kesehatan dengan pengalaman yang lalu
  • Pemecahan masalah difokuskan pada masalah keperawatan, mengubah perilaku hidup sehat (perubahan pola interaksi)


     

  1. Educator
  • Peran ini dapat dilakukan kepada klien, keluarga, tema kesehatan lain, baik secara spontan (saat interaksi) maupun formal (dipersiapkan)
  • Tugas perawat adalah membantu klien meningkatkan pengetahuan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan mencegah gejala penyakit sesuai kondisi dan tindakan yang spesifik
  • Dasar pelaksanaan peran adalah intervensi dalam NCP


     

  1. Collaborator
  • Dalam hal ini perawat bersama klien, keluarga, team kesehatan yang lain berupaya mengidentifikasi pelayanan kesehatan yang diperlukan termasuk tukar pendapat terhadap pelayanan yang diperlukan klien, pemberian dukungan, paduan keahlian dan keterampilan dari berbagai professional pemberi pelayanan kesehatan.


     

  1. Coordinator
  • Peran perawat adalah mengarahakan, merencanakan, mengorganisasikan pelayanan dari semua anggota team kesehatan. Karena klien menerima pelayanan dari banyak professional. Mis : pemenuhan nutrisi
  • Aspek yang harus diperhatikan adalah : jenisnya, jumlah, komposisi, persiapan, pengelolaan, cara memberikan, monitoring, motivasi, edukasi dan sebagainya.


     

  1. Change Agent
  • Element ini mencakup perencanaan, kerjasama, perubahan yang sistematis dalam berhubungan dengan klien dan cara pemberian keperawatan kepada klien
  1. Consultant
  • Element ini secara tidak langsung berikatan dengan permintaan klien terhadap informasi tentang tujuan keperawatan yang diberikan.
  • Dari peran ini maka daapt disimpulak perawat adalah sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi spesifik klien.


     

  1. Interpersonal proses

Standart kompetensi :

Kompetensi : integrasi dari pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang diperlukan untuk performance praktik sesuai dengan peranan dan setting yang ada

Kompeten : integrasi dari pengetahuan, keterampilan, perilaku dan penilaian, kmampuan pengalaman dan dimensi etikal yang mendasari praktek keperawatan professional diterapkan dalam konteks yang tepat dengan standart praktek keperawatan.

Kompetensi terbagi atas :

  • Kompetensi mandiri

    Kemampuan perawat professional dalam melakukan prektek sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki

  • Kompetensi delegasi

    Kemampuan yang didelegasikan dari perawat professional ke bawahnya dan dari tenaga medis

  • Kompetensi diperluas

    Kemampuan perawat professional untuk melakukan tindakan tertentu setelah yang bersangkutan mendapat pelatihan/pengalaman khusus

Standart kompetensi dan domain kompetensi

  • Standart kompetensi menunjukkan performance dan perilaku essensial yang harus didemonstrasikan oleh perawat professional
  • Domain kompetensi menunjukkan konseptual frame work kemampuan perawat professional

Domain standart kompetensi :

  • Keterampilan professional
    • Pemberi pelayanan kesehatan
    • Manajemen keperawatan
    • pendidik
  • Prektek keperawatan yang legal dan etis
  • Peneliti (researcher)
  • Anggota Profesi (member of profession)

Batasan peran keperawatan :

Ada lima factor-faktor (determinant) yang member batas peran keperawatan:

  1. Kesepakatan bahwa keperawatan meyakini empat konsep utama : manusia, kesehatan, lingkungan, keperawatan.
  2. Proses keperawatan atau standart metode pemecahan masalah secara ilmiah yang digunakan setiap perawat sebagai tatanan untuk menentukan tindakan keperawatan yang tepat bagi setiap klien.
  3. Standart praktek keperawatan yang dikembangkan profesi yang menjabarkan fungsi-fungsi keperawatan dan tingkat penampilan para praktisinya.
  4. Peraturan perundang-undangan tentang praktek perawat atau perijinan yang menetapkan lingkup praktek keperawatan yang sah menurut undang-undang.
  5. Kode etik

Perluasan peran (expended role)

Selain dapat melaksanakan peranan yang telah disebutkan diatas, perawat juga diharapkan dapat berperan dalam hal kegiatan :

  1. Intervensi medic :

    Dalam peranan ini perawat melakukan kegiatan yang oleh karena keadaan, kekurangan tenaga dan dengan adanya standing order membantu pasien dalam program pelayanan pengobatan (program dokter)


     

  2. Pelayanan kesehatan terpadu

    Ruang lingkup pelayanan perawatan bersifat menyeluruh sehingga upaya pelayanan yang dilaksanakan tidak terlepas dari kegitan sector kesehatan lainnya. Hal ini terlihat pada usaha perbaikan gizi, pelaksanaan imunisasi, keluarga berencana, kesejahteraan ibu dan anak, pencegahan/ penanggulangan diare.


     

  3. Peran perawat sebagai pembaharu

    Seorang perawat juga dapat berperan sebagai pembaharu karena ia memiliki kreatifitas, inisiatif, cepat tanggap terhadap rangsangan linggkungan sehingga dapat menggerakkan orang lain untuk dapat berbuat sesuatu yang baru berdasarkan kebutuhan perkembangan dan aspirasi individu, keluarga dan masyarakat.

    Untuk itu perawat dituntut selalu mengikuti perkembangan, memanfaatkan mass media dan informasi dari segala pihak.


     

  4. Sebagai anggota tim kesehatan

    Dalam rangka mencapai tujuan pelayanan kesehatan, tenaga perawatan tidak berjalan sendiri tetapi selalu bekerjasama dengan anggota tim kesehatan lainnya. Pada kegiatan ini perawat harus mampu bekerja sama dengan baik dan bertindak sebagai anggota tim kesehatan sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai perawat

Tugas keperawatan peningkatan kesehatan :

  1. Memberi penyuluhan
  • Gizi
  • Sanitasi
  • Kesehatan mental
  • Kesehatan ibu dan anak
  1. Pencegahan penyakit
  • Memberi imunisasi
  • Memberi vaksinasi dan penyuluhan kesehatan
  1. Pengobatan
  • Memeberi pelayanan medic sederhana pada daerah terpencil, tingkat kabupaten dan pedesaan
  1. Rehabilitasi

Mengajar dan melaksanakan keperawatan bila tindakan peningkatan kesehatan, pencegahan, penyembuhan dan pengobatan tidak berhasil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar